Perjalanan Karier Virgil Abloh Di Industri Fashion

Virgil Abloh lahir pada 30 September 1980 di Rockford, Illinois, Amerika. Ia sekolah di SMA Katolik Boylan kemudian melanjutkan masa kuliahnya di Universitas Wisconsin– Madison dan lulus dengan gelar Bachelor of Science di bidang teknik sipil, kemudian melanjutkan bangku kuliahnya lagi sampai mendapatkan gelar lain, yaitu Master Arsitektur dari Illinois Institute of Technology.

Ya, dari latar belakang pendidikannya, Virgil memang tak menyentuh apapun soal fashion. Namun, ia pernah belajar mendesain kaos, juga menulis artikel tentang mode dan desain saat masih kuliah.

Sejak usia 18 tahun, Virgil dikenal sebagai seorang DJ dengan nama panggung Flat White. Nah, pada 2003, ia bertemu dengan Kanye West dan diminta untuk membuatkan souvenir untuk suami Kim Kardashian tersebut. Tak lama, ia pun resmi bekerja untuk Kanye sebagai direktur artistik.

Sejak saat itu, karier Virgil mulai masuk lebih dalam ke dunia mode. Ia bahkan pernah jadi anak magang di rumah mode Fendi selama enam bulan.

Kemudian, namanya makin tenar setelah mendirikan brand pertamanya, yaitu Off-White. Berbasis di Milan, Off-White adalah merek streetwear kelas atas yang digambarkan sebagai area abu-abu antara hitam dan putih.

Sebagai pendatang baru, Off-White mencuri perhatian banyak orang sampai berujung pada ajakan kolaborasi dari brand ternama, seperti Jimmy Choo, Nike, Ikea, Rimowa, Moncler, dan masih banyak lagi.

Kolaborasi Virgil dengan Nike di tahun 2017 pun sukses. Mereka membuat koleksi yang diberi nama The Ten dengan merombak ulang beberapa desain sepatu Nike, seperti Air Jordan 1, Nike Air Max, dan Nike Presto.

Namanya kesuksesan seseorang, tentu tak lepas dari kritikan pedas. Banyak yang menilai kalau karya Virgil itu konyol, minim kreativitas, dan norak. Apalagi latar belakang Virgil yang bukan dari sekolah fashion pun dianggap tidak bisa menghasilkan karya yang mumpuni dan dianggap kurang inovatif.

Louis Wilson, mantan direktur program magister seni Central Saint Martins, London, bahkan menyebut Virgil bodoh dan melarangnya untuk sekolah mode di kampus itu. Wah, pedas juga ya komentarnya?

Anda tentu tahu kalau Off-White menampilkan desain serupa police line warna kuning ya? Ternyata alasan Virgil membuatnya karena terinspirasi dari seniman Marcel Duchamp. Sang seniman selalu menghasilka karya seni yang terinspirasi dari benda-benda di sekitar.

Meksi banyak kritikan dan komentar, Virgil membuktikan bahwa dirinya bisa bertahan di industri ini. Terbukti saja, tahun lalu dia diangkat menjadi artistic director pada brand besar, Louis Vuitton. Berkat kehadirannya, kini Louis Vuitton makin dicintai anak-anak muda.

 

Spread the love

Leave a Reply

Specify Facebook App ID and Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Facebook Login to work

Specify Instagram Client ID in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Instagram Login to work

Your email address will not be published. Required fields are marked *