Mengenal Istilah Haute Couture dalam Industri Mode

Pasti Anda sudah tak asing lagi dengan istilah haute couture  yang sering disebut dalam industri fashion, atau disebut adibusana dalam bahasa Indonesia. Haute Couture merupakan teknik pembuatan pakaian tingkat tinggi yang dibuat khusus untuk pemesannya, menggunakan bahan kualitas terbaik, biasanya memiliki detail-detail hiasan, dikerjakan dengan tangan dan membutuhkan waktu pembuatan yang lama. Istilah haute couture sendiri pada awalnya dipopulerkan oleh seorang perancang Inggris Charles Frederick Worth yang membuka sebuah rumah mode di Rue De La Paix, Paris. Disitulah beliau mulai memperkenalkan metode baru pembuatan pakaian dalam dunia mode. Worth memproduksi pakaian-pakaian kemudian memamerkannya dalam bentuk peragaan busana. Pada sebuah peragaan busana para undangan yang umunya berasal dari kalangan pecinta mode dan pengamat fashion dapat melihat bersama-sama kreasi dari sang perancang. Worth juga mulai melabeli pakaiannya dengan merk, dan ini merupakan inovasi di bidang mode kala itu.


 

Di dunia mode istilah haute couture bisa disebut juga dengan supremasi fashion, atau level rancangan paling tinggi. Proses pembuatan busana haute couture juga tidak mudah, diperlukan waktu yang cukup lama, konsep yang matang, dan inovasi, dan yang menjadikan haute couture istimewa adalah proses pembuatannya yang manual atau menggunakan tangan tanpa mesin. Hal ini menjadikan setiap rancangan begitu mendetail dan istimewa. Dilansir dari Vogue, istilah haute couture sendiri dilindungi oleh hukum Perancis dan dinaungi oleh organisasi yang bernama Chambre syndicale de la haute couture. Tidak semua rumah mode dapat memberikan label haute couture, hanya beberapa rumah mode yang sudah lolos seleksi saja yang dapat memakai istilah ini. Sampai saat ini hanya ada sekitar 14 rumah mode yang diberikan izin oleh French Ministry of Industry untuk menggunakan istilah tersebut. Rumah mode yang dapat memakai istilah haute couture diantaranya Chanel, Christian Dior, Giambattista Valli, Givenchy, Jean Paul Gaultier, Adeline Andre, Alexandre Vauthier, Alexis Mabille, Julien Fournie, Maison Margiela, Schiaparelli, Stephanie Rolland, dan Yiqing Yin. Selain dari Paris terdapat beberapa anggota lain yang berasal dari luar Paris seperti Armani Prive, Atelier Versace, Ellie Saab, Valentino dan Gucci. Para anggota ini harus mengikuti sejumlah aturan seperti mempresentasikan 50 koleksi setiap tahunnya, dan setidaknya mempekerjakan 20 staf di workshop Paris.


 

Vogue melansir beberapa fakta seputar haute couture diantaranya dibutuhkan 1000 jam untuk membuat gaun dengan bordir mewah dan hiasan-hiasan lainnya. Dibutuhkan waktu sekitar 6000 jam untuk membuat gaun couture paling rumit dengan sulaman yang indah.

Nah ternyata tak mudah bukan bagi sebuah rumah mode untuk menyandang istilah haute couture.

Spread the love

Leave a Reply

Specify Facebook App ID and Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Facebook Login to work

Specify Instagram Client ID in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Instagram Login to work

Your email address will not be published. Required fields are marked *